Ustadz Felix siauw motivasi | istiqomah

Kata motivasi dari motivator terkenal sekaliber ustadz felix siauw memang gaya bicara dan penyampaiannya lugas tanpa bertele-tele. Namun dibalik keluwesannya tersebut, kata-kata beliau enak untuk diddengar dan dicamkan kedalam kehidupan kita sehari-hari. Dibawah ini kata motivasi Felix siauw tentang istiqomah yang tentunya patut untuk kita simak dan aplikasikan .

"bila engkau tahu arah tujuanmu, tak ada yang bisa menyesatkanmu || bila engkau tahu alasan berjalan, tak ada yang bisa menghentikanmu"

"maka kita senantiasa mengemudi niat, agar tak tersesat || lalu banyak mengaca pada Nabi, agar selamat dan semangat"

"yakin itu hasil dari tahu arah, istiqamah hasil dari tahu alasan || hanya Allah satu-satunya tujuan, hanya Allah satu-satunya alasan"

Insya Allah kita termasuk hamba-hamba Allah yang Istiqomah dijalan Kebenaran. aamiin

Banyak Makan garam semakin santun

Banyak Makan garam semakin santun ?, nah, sekali lagi judulnya membikin 'geregetan', bikin tanda tanya sih iya. Biasanya orang makan garam terlalu banyak bisa memicu beberapa penyakit. eitss, tapi tenang dulu, yang ingin saya ceritakan disini bukan bab 'melahap' garam yang konon katanya asin tapi cuma bumbu indah majas yang dilebih-lebihkan (adminnya suka yang lebih-lebih kali ya...hehe ). 

Sering kita mendengar kata-kata " semakin banyak makan garam semakin tahu artinya hidup ". Mungkin maksudnya semakin lama kita hidup, semakin banyak kita menerima berbagai sesuatu baik itu cobaan, pengalaman, suka duka dan sebagainya maka akan semakin menambah pengalaman yang mengandung hikmah di dalamnya. Yang tadinya urakan semakin santun, yang tadinya 'super sombong' jadi low profile, yang tadinya suka yang sia-sia jadi 'hormat' pada detikan waktu , semakin hari semakin tambah Ilmu, semakin bertambah umur semakin sopan dan lebih memaknai hidup diri sendiri dan orang lain.

Tadi, sebelum saya menulis postingan ini, Ada segerombolan arak-arakan supporter fanatik dari salah satu group sepak bola yang terkesan ugal -ugalan, terkesan keras dan tidak banyak aturan yang ditaati. Kalau kita memandang itu buruk, mungkin itu memang buruk. kalau kita memandang itu suatu contoh yang tidak baik, memang itu sebenarnya contoh yang tidak baik. Hampir sebagian besar supporter itu anak muda, begitu urakannya sampai pengguna jalan yang lain 'terpaksa' minggir daripada berurusan dengan hiporia anak muda itu. Dalam hati saya, "ah, maklum anak muda, masih belum banyak makan garam", cuma itu yang bisa saya fikirkan untuk menghibur diri sendiri yang ingin cepat-cepat sampai tujuan dan akhirnya macet karena ulah supporter.

Kalau kita melihat dari sisi buruknya saja, mungkin yang ada adalah bahwa kita mempunyai 'Plot' bahwa anak muda itu ya seperti itu. padahal, kalau kita sedikit 'bersabar' dengan perasaan kita mengenai ulah supporter tadi mungkin akan timbul suatu jawaban dalam diri kita, bahwa itulah realita hidup, itulah kenyataan bahwa menciptakan yang baik itu memang perlu proses dan waktu, perlu banyak 'makan asam garam', perlu belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain. Kita mungkin masih ingat masa remaja kita yang sedikit urakan, yang tidak tahu menahu perasaan orang lain, tidak begitu tahu apa itu santun, tetapi semakin bertambah umur kita semakin kita tahu apa itu santun, apa itu rasa hormat dan bagaimana menghargai diri sendiri serta orang lain.

Semakin tinggi pohon, semakin banyak kekuatan untuk menghadang hantaman angin.

Dari yang tidak tahu jadilah Ilmu

Seringkali kita mendengar kata ILMU dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kata Ilmu sudah menjadi bahan 'wajib' untuk dijadikan patokan sejauh mana kualitas seseorang di mata orang lain. Baik itu terlepas dari segi yang lain entah orang itu kaya, miskin, beragama atau ateis semua pasti butuh yang namanya Ilmu. Di sadari atau tidak, Banyaknya tawaran sekolah yang bonafide sampai kelas yang beratap daun, semua pasti bertujuan utama untuk memancing Ilmu.

Dogma di masyarakat, Bahwa Ilmu itu haruslah didapat dari sesuatu yang formal seperti sekolahan dan harus ada gurunya. ya, itu kita rasa benar dan memang begitu adanya, dari jaman dahulu kalau mau sebuah Ilmu maka sekolah dan dapat Ilmu. Disamping itu, secara sadar atau tidak, setiap detik, setiap menit dan setiap hitungan dari kita bangun tidur sampai tidur lagi ternyata ada Ilmu non formal ( tanpa sekolah ) yang kita dapat. Sewaktu kita bangun pagi umpamanya, kita menengok ke arah jam dinding dan mata kita tertuju ke jarum jam maka otak kita secara reflek melakukan uji matematis.Mata kita tidak hanya tahu itu jam berapa, tapi secara berkesinambungan ternyata kita melakukan banyak hal seperti mengira-ngira berapa waktu nantinya untuk mandi, ganti baju sampai waktu untuk berangkat kerja semua terhitung dengan cepat tanpa kita sadari dan otak tidak perlu mengolah dengan lama. Itu Ilmu yang komplek dan matematis, mungkin di sekolah dulu kita tidak diberikan soal secara mendetail seperti itu.

Contoh satu lagi, Kita bekerja. Tanpa kita sadari, walau pekerjaan kita sudah klop dengan skill dan keahlian kita ternyata di satu sisi dengan berjalannya hitungan hari dan tahun kita mendapatkan banyak sekali pelajaran dan ilmu dalam melakukan rutinitas pekerjaan kita. Bagi yang kerjanya di bidang juru masak ( umpamanya ), dari berjalannya waktu ternyata apa yang dipelajari dari memasak secara formal ternyata ada Ilmu lain yaitu Bagaimana menambah sedapnya aroma masakan yang disukai pelanggan dengan banyaknya komplain, dan sebagainya.

Intinya, Usia berapapun kita, serendah apapun hitungan formal IQ kita melalui Test, jangan menyepelekan sekecil apapun Ilmu yang kita dapat. Panca Indera kita setiap saat mendapat Ilmu baru yang tidak kita sadari. dari situlah kita semakin belajar bahwa setiap manusia itu lemah akalnya pada mulanya. Ada seseorang yang Ber-IQ tinggi mungkin saja kalah Ilmunya dengan Pedagang Penjual tahu goreng bila diadu cara membuat tahu goreng yang sedap, Karena Orang yang Ber-IQ tinggi tadi belum pernah tahu Ilmu-nya membuat racikan bumbu agar Tahu merasa sedap dan gurih.

Semakin kita tahu dan haus akan Ilmu, semakin Pula kita tahu Betapa banyak yang belum kita ketahui. 

Kalau tidak beda ya sama

Kalau tidak beda ya sama , lho kok 'beda' jadi 'sama' ?, ya jelas saja kelihatan nggak cocok kok di cocok-cocokin, yang beda ya beda yang sama ya sama, itu mungkin realita bahasanya. Judul diatas cuma kiasan saja, cuma penghias dari admin Bertautan DotCom yang bingung mau ngetik apa ( ah adminnya banyak alasan...hehe ).

Sering dalam kehidupan kita, bahkan setiap hari kita ada diantara situasi yang mungkin sama dengan hati dan kemauan kita dan di satu sisi ada yang berbeda dengan apa yang kita harap dan inginkan. contoh sederhana, ada teman kita yang bilang "orang itu kok berlagak dan sombong banget sih !", kemudian dalam hati kita mungkin mempunyai penilaian sama dengan teman kita, sebaliknya adakalanya kita berbeda penafsiran dan cara berfikir dengan kita tersebut. mungkin kita melihat orang yang dikatakan sombong itu sangatlah baik dan santun menurut hati dan pemikiran kita, lalu kita berkata pada teman kita tadi " ah, orang itu baik sekali, sopan dan pendiam, kamu mungkin salah melihatnya ". sampai akhirnya terus beragrgumentasi menurut cara pandang masing-masing yang tidak menemukan satu titik kesamaan.  disitulah letak Beda antara kita dan teman tadi.

Ternyata ada yang sama dan persamaan diantara keduanya, kita dan teman yang tadinya berseberangan cara berfikir mempunyai kesamaan dalam hal menilai seseorang. Bukan hasil menilainya yang berseberangan, tapi keduanya ada kesamaan dalam hal 'bisik-bisik' alias Bergunjing. Keduanya sama sepakat melakukan penilaian terhadap yang lain walau hasilnya hanya orang yang dijadikan subjek dan tema 'bisik-bisik' yang tahu siapa dan bagaimana dirinya. 

Contoh diatas mungkin banyak terjadi diantara kehidupan kita. Suatu sisi kita mungkin mempunyai perbedaan pendapat, beda cara pandang, beda cara menghias diri dan beda dalam segala hal. Perbedaan yang bersifat keyakinan, bersifat pedoman dan bersifat prinsip mungkin akan sangat sulit untuk disamakan dengan apa yang kita mau. jadi biasakan berbeda dalam segala hal dan bersosial. Berbeda dalam satu sisi tapi di sisi lain mungkin saja ada kesamaan yang belum kita lihat. 

Membiasakan diri menghadapi perbedaan dengan arif membutuhkan logika dan cara fikir yang dewasa dan terlatih. Yang kemarin masih merasa jengkel dengan perbedaan, keesokan dan lusa hari akan semakin tahu bagaimana berbeda itu ternyata membuat cara pandang dan berfikir kita menjadi lebih santun dan dewasa. Yakinlah, kalau di setiap perbedaan ada benang kesamaan di rajutan yang lain. 

Inspirasi dari Seekor Lebah

Lebah nan Inspiratif, itulah kata yang yang ingin kita bahas kali ini. mengapa harus lebah ? dan apa yang bisa menginspirasi kita dari makhluk kecil si pembuat madu tersebut ?, itulah topik kita kali ini. sobat, tidak dipungkiri lagi bahwa kehidupan kita tenyata banyak di-inspirasi oleh makhluk-makhluk ciptaan Tuhan selain manusia, yaitu Hewan ( Binatang ). mulai dari laba-laba yang jaringnya kuat melebihi baja, berang-berang yang menginspirasi pembuatan tanggul yang kokoh, buaya yang menginspirasi kevlar anti peluru dan banyak lagi yang lainnya.
sekarang kita akan sedikit berkaca pada hewan yang bernama lebah. kita tidak akan membicarakan pembuatan madu dan tidak pula mempelajari anatomi tubuh lebah, melainkan kita akan sedikit mengurai pelajaran apa dan bagaimana Lebah mencipta sebuah rumah yang sungguh 'diluar batas' Ilmu lebah itu sendiri sebagai seekor hewan dan hanya Sang Maha Pencipta-lah yang Meng-ilhamkan Ilmu pada si Lebah.

Yuk kita simak..., Tahukah sobat bahwa Lebah memilih membuat sarang dengan bentuk hexagonal alias persegi enam, bukan kotak atau lingkaran atau bentuk-bentuk yang lain. kenyataannya setelah diteliti, bangun ruang berbentuk hexagonal / persegi enam itulah yang bisa menampung lebih banyak isi ruangan daripada bentuk bentuk yang lain. segi enam akan memakan lebih sedikit tempat dengan ruang penyimpanan yang maksimal dan tidak akan membuat kekosongan yang mubadzir atau sia-sia di sela-sela ruang lainnya.
Jangan beranggapan bahwa lebah akan membangun sarang tersebut dari arah tengah, Ternyata lebah akan membuat sarang dimulai dari tiga sampai empat titik terluar dari sarang dan akan bertemu persis ditengah-tengah tanpa ada bentuk sarang yang lebih kecil / lebih besar dari ukuran sebenarnya.
Si lebah juga tidak tanggung-tanggung membuat konsep sarangnya. lebah akan membuat semua sudut rongga sarang dengan kemiringan 13 derajat tanpa bergeser satu milipun, yang bertujuan untuk menjaga agar madu tidak tumpah keluar rongga.

Alangkah hebatnya si lebah, kadang tidak terfikirkan oleh kita bagaimana seekor lebah yang demikian lemah dan kecil bisa membuat sarang yang begitu hebatnya, alangkah hebatnya rumus yang dipergunakan walau lebah tidak pernah mengenyam ilmu bangun ruang dari bangku sekolah, dan alangkah hebatnya si lebah merangkai bangunan dari berbagai sudut yang menurut pandangan manusia itu mustahil dilakukan tanpa alat bantu mistar. sampai akhirnya teknologi lebah banyak digunakan pada konstruksi gedung-gedung pencakar langit yang ingin mendapatkan jumlah ruangan yang maksimal.
Contoh gedung Konstruksi sarang lebah
Lalu apa yang jadi pelajaran berharga buat kita dari pelajaran lebah tadi ?. Sobatku semua, dari lebah itulah kita akan mengetahui arti dari sebuah kekompakan tim, kerjasama tanpa pandang bulu dan asih, selalu menaati peraturan yang telah ditetapkan, dan selalu berdedikasi dan loyal kepada sebuah tanggung jawab. Membangun pribadi dengan kematangan diri, jiwa yang sabar dan tidak ceroboh dalam mengambil suatu tindakan. karena apa yang kita kerjakan secara tidak sadar akan berpengaruh besar pada hasil akhir suatu tindakan serta mempengaruhi tata sosial di sekitar kita.

Yuk kita semangat seperti Lebah-lebah itu .........

Thinking Process 3 Dimensi

Sahabatku semua, bila saya kemarin memposting mengenai 'Personal Excellence' sekarang watunya kita membicarakan apa yang berpengaruh pada penciptaan pribadi-pribadi yang unggul dari sisi Thinking Process. Bila kita bicara mengenai Thinking Process atau proses berfikir kebanyakan kita melakukan proses berfikir satu arah saja. padahal dalam suatu Thinking Process ada sebuat teori yang tidak boleh ditinggalkan yaitu proses berfikir secara 3 dimensi. mungkin ada sobat ada yang sudah tahu cara berfikir 3 dimensi atau juga sama sekali belum tahu apa itu Thinking Process 3 dimensi.

Dalam Thinking Process 3 dimensi yang pertama kita harus berfikir secara Vertikal. apa yang dimaksud berfikir secara vertikal ?.  yaitu apabila kita menjadikan diri kita berada pada posisi tertentu. sekarang kita bisa membayangkan apabila kita sudah berada pada puncak gedung yang paling tinggi, dan anda melihat kebawah, segalanya akan terlihat kecil bukan ?. ada kesan psikologis disini bahwa apabila anda sedang ada di puncak posisi teratas maka segala persoalan seakan mudah untuk kita hadapi, maka kita akan mempunyai rasa 'confidence' atau kepercayaan diri untuk menyelesaikan segala problem sebesar apapun yang sebelumnya kita hadapi di bawah, sebelum kita berada di puncak tadi.

Kemudian yang kedua,Thinking Process secara Longitudinal. bila di pesawat terbang ada bagian yang Longitudinal yang disebut longitudinal axis ( sumbu longitudinal ). yaitu sumbu dari hidung pesawaat ke ekor pesawat. pada contoh pesawat tersebut bisa kita konotasikan maknanya Sebagai Thinking Process secara Historis, yang maksudnya bahwa jangan lupa bahwa kita berada pada waktu saat ini atau waktu Now, Present. tetapi kita tidak boleh lupa bahwa kita hidup dalam 3 waktu yaitu future, past dan yang terakhir Present. kita sekarang berada pada present time, yang dahulu adalah Past Time dan yang akan datang adalah Future Time.

Ketika kita berada pada Present time maka kita harus melihat ke belakang. bila di dalam ajaran islam ada kalimat ' Hasibu an Tuhasabu' hisablah dirimu sebelum dihisab Allah di hari kiamat. dalam posisi present time kita harus menengok ke belakang, mengevaluasi diri dan introspeksi diri. melihat pengalaman yang telah lalu ( past mistake ) untuk tidak disesali tapi untuk dijadikan suatu pelajaran berharga. kemudian melihat kedepan ( future ), dan saat kita telah dapat melihat kedepan maka kita sudah melakukan apa yang disebut dengan perencanaan. jadi inti dari Thinking Process secara longitudinal dalah kita mampu membuat suatu perencanaan kedepan dengan dua arah yaitu rencana sukses duniawi dan sukses surgawi. jadi tidak sekedar manage dunia tapi akhirat juga dibutuhkan perencanaan matang.

Kemudian cara berfikir yang ketiga adalah Berfikir secara Lateral, yaitu ke samping. bila diumpamakan pesawat terbang juga, maka kita bisa lihat ada sayap kanan dan sayap kiri. kita berfikir secara sosial, yang artinya janganlah kita merasa bisa hidup sendiri dalam kehidupan ini. bila kita berhasil secara personal atau individual maka harus kita kembangkan menuju keberhasilan secara kolektif atau keberhasilan bersama. kita tidak akan bisa menyandang kemenangan secara publik ( public victory ) sebelum kita bisa memenangkan diri sendiri ( personal victory ). tidak terbayangkan apabila kita makan makanan yang enak sedangkan kanan kiri kita tidak ikut menikmatinya bukan ?, ketika kita memperoleh jabatan dan menjadi seorang pemimpin maka pada saat memimpin mari kita tengok ke kiri dan kanan apa yang ada dalam naungan kepemimpinan kita, sudahkah mendapat perlindungan dan keadilan dari kita ?, ketika menjadi direktur marilah kita melihat ke kanan dan ke kiri apakah pegawai  kita sudah terpenuhi hak-hak dan kesejahteraan mereka ?. 

Dari Ketiga Thinking Process diatas yaitu Vertikal, Longitudinal dan Lateral secara Spiritual, historis dan sosial maka kita akan dihantarkan pada suatu proses yang disebut Mind Management yaitu Proses berfikir yang baik. Mungkin Postingan saya mengenai spirit motivasi 'Berfikir secara 3 dimensi' saya cukupkan sampai disini. semoga kita selalu diberi Hidayah oleh Allah untuk selalu berfikir secara 3D...aamiin.

Menjadi Personal Excellence

Sahabatku semua, berbicara tentang Personal Excellence tentunya tidaklah semudah kata yang terucap dalam bingkaian kata menjadi pribadi Unggul. tapi lebih dari itu kita semua harus bisa merebut nilai dari aura excellence itu sendiri. Personal Excellence itu sendiri merupakan bagian dari apa yang disebut dengan life excellence atau dalam bahasa mudahnya bisa diartikan menjadi pribadi yang unggul.

Berbicara mengenai Personal Excellence tentu paling tidak kita harus mempunyai tiga kunci pokok untuk memperoleh pesona excellence. banyak negara yang mempunyai patokan menjadi Personal Excellence, kita ambil contoh negara tetangga kita yaitu Cina, menurut masyarakat cina untuk memperoleh predikat Personal Excellence wajib mempunyai Shio, Hok dan Lok. shio menurut masyarakat cina adalah suatu umur yang panjang. kedua Hok yaitu harta yang banyak dan yang ketiga adalah Lok yaitu kekuasaan yang tinggi. jadi sebelum mempunyai ketiga hal diatas masyarakat china pada umum-nya menilai bahwa nilai Personal Excellence tidak akan terpenuhi.

Lain di china maka lain lagi pandangan mengenai Personal Excellence di negara Amerika. bangsa Amerika menilai untuk mendapat predikat Personal Excellence maka yang harus dijadikan syaratnya adalah menjadi pribadi yang 3P. yaitu Power, Possition dan Property. menurut mereka Power kita harus membutuhkan Power untuk menggapai pribadi yang unggul. yang kedua Possition, bila kita bisa mempunyai Posisi penting dalam suatu pekerjaan maka bisa dipastikan kedepannya akan menjadi nilai akses pribadi yang unggul. dan yang ke tiga adalah Property, bila kita mempunyai Property baik itu berupa aset finansial yang memadai ataupun aset yang lain dalam bentuk investasi dan non investasi maka bisa dikatakan pula menjadi menu wajib untuk meraih Personal Excellence.

Di masyarakat kita yaitu Indonesia, lain lagi pendapatnya, syarat untuk meraih Personal Excellence setidaknya kita harus mempunyai yaitu 3Ta, Harta, Tahta dan Wanita. dalam artian bila kita mempunyai tiga tingkatan tersebut bisa dikatakan kita sukses mencapai Personal Excellence.
Diatas adalah secuil contoh pendapat menurut pandangan setiap negara dalam mensikapi Personal Excellence. sekarang kita masuk dalam sesi penjelasan mengenai konsep Personal Excellence menurut Ilmu Psikologi Motivasi. sahabatku semua, Untuk meraih suatu aura Personal Excellence maka seyogyanya kita memiliki 3 syarat mutlak yaitu :
  • 1. The Best Appearance
  • 2. The Best Attitude
  • 3. The Best Achievement
Untuk syarat yang pertama The Best Appereance, yaitu Penampilan Terbaik. tidaklah dipungkiri bahwa dalam hidup bermasyarakat seseorang akan dinilai terlebih dahulu penampilannya daripada nilai-nilai lain dalam sisi kehidupan pribadinya.mulai dari posisi tubuh saat bertemu seseorang, kerapian dalam bersolek, baju yang kita pakai dan senyum yang kita pancarkan tentu merupakan aset utama untuk meraih hati seseorang. walaupun syarat pertama ini setiap insan bisa berbohong tapi inilah kunci pertama kali menumbuhkan rasa percaya diri kita dihadapan orang lain untuk meraih Personal Excellence.

Syarat kedua yaitu The Best Attitude, Sikap yang terbaik. tidak hanya penampilan kita tapi sikap terbaik apa yang akan kita tunjukkan kepada masyarakat. penampilan bisa berbohong tapi sikap yang baik akan menuai rasa hormat pada kita. dengan akhlak yang baik, penuh nilai positif yang terpancar dan tingkah laku yang baik secara tidak sadar seseorang telah menanam benih Personal Excellence.

Syarat ketiga yaitu The Best Achievement, Prestasi yang terbaik. prestasi yang tertoreh setelah kita melakukan kedua syarat diatas akan semakin melengkapi nilai-nilai positif dalam kehidupan kita. kita dituntun untuk menorehkan prestasi yang terbaik bukan hanya prestasi yang baik. kita harus mengerjakan suatu pekerjaan yang bukan hanya average ( rata-rata ) tapi lebih dari rata-rata. menjadi pengajar yang melebihi rata-rata pengajar, menjadi orang tua yang melebihi rata-rata dalam mendidik anak-anaknya dan menjadi pemimpin yang melebihi rata-rata dalam memimpin bawahannya.

Menjadi pribadi unggul adalah dambaan semua orang, meraihnya adalah impian setiap insan yang mempunyai mimpi-mimpi di atas rata-rata tanpa meninggalkan kaidah Agama, bermasyarakat dan berbangsa. ada suatu ungkapan yang manis untuk kita renungkan YOUR ALTITUDE DOES NOT DEPEND ON YOUR APTITUDE, BUT DEPEND ON YOUR ATTITUDE, SO YOU CAN MAKE MAGNITUDE, yang artinya Ketinggian anda atau harga diri anda tidak ditentukan oleh bakat, posisi, jabatan ataupun harta anda, tapi terletak pada sikap anda, sehingga dengan sikap itu anda bisa membuat suatu Magnitude, yaitu perubahan-perubahan yang bermakna dalam hidup anda.

The Power Of Communication ' Calon Leader '

Assalaamu'alaikum, Bertemu lagi sobat, kali ini saya akan sedikit mengulas Motivasi tentang 'The Power Of Communication' atau dalam bahasa mudahnya yaitu' Kekuatan Komunikasi '. Kata ini sering kali kita kaitkan dengan bagaimana dan apa yang meski kita perhatikan dalam kepemimpinan baik memimpin diri kita sendiri ataupun memimpin orang lain. bisa dibayangkan bagaimana 'sunyi' dan 'seramnya' hubungan antar satu orang dengan orang lain tanpa yang namanya komunikasi, layaknya bak kuburan yang tanpa ada tutur sapa di dalamnya.

Pada saat kita berinteraksi dengan orang lain kita akan menemukan berbagai sifat, kharakter, keinginan, kebutuhan dan kecenderungan yang berbeda-beda untuk setiap orang. Karena mereka mempunyai latar yang berbeda dan persepsi yang berbeda pula. Ketika anda disuruh memimpin orang- orang dengan berbagai corak karakter tadi maka sangat dibutuhkan suatu power ( kekuatan ). bukan hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri tapi harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang handal dan lebih.

Ada beberapa prinsip dalam 'The Power Of Communication', Yang pertama yaitu The Power Of Simplicity, pentingkan kesederhanaan dalam menyampaikan komunikasi. Bila kita memimpin orang maka utamakan kesederhanaan ( Simplicity ). bukan berarti kesederhanaan mempunyai bobot yang rendah, tetapi kita memfokuskan bagaimana mengubah yang rumit menjadi sederhana. setiap orang pasti suka dengan yang namanya sederhana, mudah ditangkap, dan mudah dipahami.

Yang kedua yaitu The Power of Similarity, Prinsip kesamaan - kesamaan. Pasilah kita dan setiap orang akan suka dalam berkomunikasi bila mempunyai kesamaan-kesamaan. saya ambil contoh, anda punya foto teman SMU yang masih tersimpan, maka anda akan merasa senang membandingkan foto anda dengan foto salah satu sahabat anda bila mempunyai kesamaan, anda tentu akan lebih mengingat teman anda tersebut ketimbang teman yang lain yang tidak mempunyai kesamaan dengan anda, baik sifat, cara berjalan, cara berbicara dan lain sebagainya yang mengandung unsur kesamaan. jadi prinsip yang kedua disini tekankan bahwa dalam berkomunikasi nilai kesamaan akan berpengaruh bagi orang yang akan kita pimpin.

The power yang ketiga yaitu The Power of Sincerity, Kekuatan Ketulusan. Walau ketulusan terungkap lewat ucapan, lewat kata-kata maka tidak otomatis ketulusan akan melahirkan sesuatu yang orisinal dalam kenyataannya. bisa jadi tulus dalam ucapan tapi hati berkata sebaliknya. maka disini ketulusan harus kita refleksikan dalam 2 dimensi, yaitu dimensi ucapan dan dimensi hati. maka jangan heran bila kelihatannya tulus tapi hatinya tidak tulus maka akan menimbulkan berbagai prasangka pada diri kita. seseorang akan menerima gelombang ketidak tulusan kita dan menimbulkan firasat-firasat. jadi berbuatlah tulus dengan lisan dan hati untuk meraih The power of Communication bagi sang calon Pemimpin.

Kemudian yang Keempat, yaitu The Power Of Service, bagaimana kita mempunyai suatu kekuatan dan kemampuan untuk melayani orang yang akan kita ajak bicara. kita mau mendengar dan melihat daripada kita berbicara. karena Allah menciptakan kita Dua telinga, dua mata, tapi cuma satu mulut. sedikit bicara, banyak mendengar dan banyak melihat, banyak mengamati. Tentu kita akan sebal bila orang dihadapan kita banyak bicara daripada mendengar keluhan kita, begitupun juga dengan perasaan orang lain. maka sewajarnyalah bagi calon pemimpin untuk lebih 'menundukkan' dirinya untuk sekedar mendengar dan melihat bagaimana sosok yang akan dipimpinnya. pemimpin seperti itulah yang akan sukses di pandangan Manusia dan Sang Pencipta.

Semoga sekelumit motivasi diatas dapat memberi pencerahan pada diri kita agar selalu terjaga The Power Of Communication yang baik antara sesama. Memberikan kita spirit untuk lebih menjaga hati orang yang kita ajak berkomunikasi dan banyak mendengarkan dan melihat sisi pribadinya terlebih dahulu daripada melemparkan kata-kata yang akan bertolak belakang. ' Kesempurnaan hanyalah Hak Sang Maha Sempurna' . Semoga kita semua selalu dilimpahi hati yang baik, tutur kata yang lembut dan perilaku yang arif dan bijaksana. Wassalam.

Mind Management Process

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang postingan Mind Management mari kita simak Cuplikan dari Surah Ali Imran ayat 191 dimana Allah berfirman "Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ' Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka'." disini kunci dari ayat ini adalah ," Rabbana ma khalaqta hadza bathila ' ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.'" yang artinya, setiap yang diciptakan oleh Tuhan baik secara micro atau makro semuanya dalam keadaan sebaik-baiknya penciptaan.

Sebagai Umat yang percaya adanya Penciptaan maka Landasilah seluruh aktivitas kita, cara pandang kita, cara bertindak kita, cara mengambil keputusan bahwa tidak ada yang sia-sia dari ciptaan Allah. Apabila kita berbicara mengenai Mind Management maka tidaklah terbatas pada masalah berfikir saja tapi ada 3 komponen penting yang perlu jadi perhatian dalam kehidupan manusia. mind management dapat kita kategorikan menjadi 3 bagian utama yaitu Thinking Process, Feeling Process dan Action Process. mari sobat, akan saya jabarkan secara singkat mengenai ke-tiga proses diatas.

Yang pertama yaitu Thinking Process atau proses berfikir, mengenai proses berfikir ini saya pernah membahasnya dalam posting terdahulu mengenai Thinking Process 3D, yang mana kita harus memulai belajar berfikir secara Vertikal, Horisontal dan Lateral. materi mengenai Thinking Process dapat sahabat baca pada halaman sebelumnya (Thinking Process 3D ).

Sedangkan yang kedua adalah Feeling Process atau proses perasaan. di dalam proses perasaan kta butuh komponen pendukung yaitu Kejururan ( Honesty ), Empati dan Ketulusan ( Sincerity ). ketiga hal tersebut tidak akan bisa berjalan tanpa bergandengan 'tangan' satu dengan yang lain, harus bersinergi dan menjadi jalinan yang kuat agar tercipta Feeling Process yang powerfull. sekarang akan kita cari contoh, Dalam suatu statistik dikatakan bahwa konsumen membeli sebuah produk bukan karena produknya , tetapi karena tertarik dengan si penjualnya. disini dijelaskan bahwa si konsumen 70 % membeli suatu produk karena simpatiknya si penjual kepada konsumen. artinya kita harus mendahulukan 'how to sell your self ' bagaimana kita menjual diri' kepada orang lain baru setelah itu kita menjual produk kita, menjual apa gagasan kita. dan disitulah ada satu kunci yang disebut honesty, kejujuran.Tanpa honesty nilai jual kita di mata masyarakat, di mata konsumen, akan rendah.

Kemudian, masih melanjutkan contoh diatas, bagaimana dengan sisi empati-nya ?. disini ada kata 'empati' yang maknanya lebih dalam daripada 'simpati'. kalau simpati adalah kita merasakan apa yang dirasakan orang lain, bila ada atasan sedih kita ikut bersedih, bila menangis kitapun ikut menangis kalau terharu kitapun akan larut dalam keharuannya. tapi empati sedikit di atasnya, bukan hanya ikut bersedih, terharu dan menangis tetapi ikut memberikan suatu solusi. seorang penjual tak akan cukup mendengarkan keluhan, keingintahuan dan rasa penasarannya si konsumen tetapi memberikan suatu solusi dan masukan yang itu tumbuh dari ketulusan hatinya bukan aksi tipu-tipu. kita berfikir seperti apa yang mereka fikirkan, dengan demikian kita akan dengan mudah menciptakan rasa empati kepada mereka.

Selanjutnya adalah Sincerity, ketulusan. Dalam kaitan contoh diatas yaitu antara penjual dan pembeli maka dibutuhkan ketulusan bagi si penjual untuk meraih nilai ketulusan. Kita tahu bahwa ketulusan atau bisa juga dikatakan ikhlas adalah perbuatan yang hanya Allah-lah yang tahu. walaupun dunia tidak mencatat sejarah ketulusan anda dengan tinta emas, tetapi Tuhan dan para malaikat mencatat perbuatan anda. begitupun juga bila si penjual ( seperti contoh diatas ) tidak ikhlas dan terkesan menyembunyikan hak yang harus diterima konsumen, maka bisa jadi nilai jualnya kurang barokah di sisi Allah.

Dan yang ketiga dari Mind Management adalah Action Process, proses tindakan. Akankah kita sukses kalau kita kurang energik, loyo, lunglai dan kurang semangat ? tentu tidak bukan. Dalam melakukan action proses ada hal yang sangat dan seringkali disepelekan, yaitu membiasakan diri melatih pernafasan kita. suatu hal yang sangat sederhana dan mudah tapi kurang kita perhatikan. kita tahu bahwa yang menjadikan kita energik dan penuh semangat berawal dari pasokan oksigen yang kita terima ke dalam tubuh kita. maka hal pertama yang perlu dilakukan dalam action Process adalah Melatih Pernafasan.

Kemudian yang kedua dalam melatih action process adalah membiasakan diri berjalan dengan cepat dari yang biasa, move faster, bergerak lebih cepat karena selama ini kita berjalan lebih lambat. Kita contoh Rosululloh itu bila berjalan cepat sekali sampai-sampai Ali mengejarnya dengan berlari, Rosululloh sangat dinamis sekali dalam bergerak. jadi biasakan berjalan 20% atau 30% lebih cepat dibanding sebelumnya. bukan berarti berjalan disini tergesa-gesa dan sembrono, tapi berjalan cepat dan fokus terhadap suatu yang ingin dicapai.

Lalu yang terakhir adalah Take a first rapid step ' selalu berusaha mengambil langkah pertama dengan segera '. Untuk hal-hal yang sifatnya menuju kebaikan maka segeralah melakukan start awal dengan segera, jangan menunggu dan bimbang dengan langkah kita, lakukan dengan segera dan fokus. Fastabiqul Khairat, berlomba-lombalah kita dalam hal berbuat kebaikan.

Semoga Ulasan Mind Management Process yang singkat diatas dapat memberikan kita pencerahan dan selalu merencanakan sesuatu dengan management berfikir yang matang dari mulai proses berfikir, proses merasakan dan proses aksi yang kita lakukan. Insya Allah kita lanjutkan lagi postingan Motivasi dengan topik yang lebih menyemangat lagi bagi sobat-sobat semua. Semoga Sukses dan keberkahan selalu menyertai kita semua, aamiin.

Mau Awet Muda ? Bersyukurlah !

Stres, Depresi, Bunuh diri, Emosional dan hal lain yang berkonotasi sama merupakan Luapan Psikologis yang sering kita dengar dan mencuat akhir - akhir ini di media. begitu mudahnya mencaci-maki diri sendiri, tidak terima dengan apa dan bagaimana keadaan diri sendiri serta yang paling parah adalah menyesali segala apa kekurangan pada dirinya tanpa bersyukur apa kelebihan yang dikaruniakan Allah padanya. itulah sifat dasar seorang hamba yang bernama manusia.
Tanpa disadari, potensi sifat negatif seperti diatas secara langsung akan mempengaruhi juga ritme seluruh organ yang menghasilkan ketidak singkronan antara satu organ dengan organ tubuh yang lain. maka bisa kita lihat pada akhir-akhir ini begitu banyak penyakit melanda remaja kita dan kematian di usia belia karena beban psikologis dan beban ekonomi pada umumnya.

Sekarang mulai mencuat sebuah lembaga-lembaga training motivasi dan psikologis untuk mengurangi kadar 'racun' kehidupan manusia yang bisa dikatakan makin 'modern'. tapi apalah daya, training semacam tersebut menurut hemat saya kurang mengena di seluruh lapisan mayarakat bawah. karena kita tahu training motivasi semacam sekarang ini biaya-nya luar biasa besar untuk mengundang 'sang' motivator ulung. 

Seperti kutipan Judul Postingan diatas, mari kita review lagi apa dan bagaimana Allah telah memberi nikmat yang begitu besar pada diri kita agar kita selalu menjadi manusia-manusia yang pandai bersyukur dan Realistis menghadapi suatu keadaan. di bawah ini yang patut kita renungkan bahwa kita semua 'wajib' bersyukur bukannya merendahkan diri kita sendiri dan tidak berprasangka buruk terhadap 'penciptaannya'.

Mari kita berfikir sejenak :
  • * Paru-paru kita, ketahuilah bahwa apabila lipatan-lipatan dalam organ yang bernama paru-paru bila kita hamparkan akan sebesar lapangan Tennis. masihkah kita belum bersyukur ?
  • * Jaringan pembuluh, ketahuilah bahwa jaringan pembuluh yang ada pada setiap manusia bila disatukan seperti benang maka akan sanggup mengitari Bumi ini 1 seperempat kali. alangkah menakjubkannya Allah memilin dan menata pembuluh dalam organ kita tanpa cela sedikitpun. masihkah kita belum bersyukur juga ?
  • * Jantung, tidak ada alat modern yang bekerja otomatis seperti organ yang satu ini, ketahuilah bahwa jantung kita berdetak rata-rata 101.000 kali dalam satu hari. dalam  Riset yang dilakukan Mahasiswa dari amerika bahwa jantung kita berhenti berdetak sepersekian detik saja sewaktu kita bersin. Nah, coba bayangkan bagaimana jadinya bila setelah bersin jantung kita berhenti melakukan ritmenya. Sebagai Muslim maka seyogyanyalah kita bersyukur setelah kita bersin dengan mengucap hamdallah.
  • *Limpa, Tugas limpa, seperti berkontribusi pada produksi sel, fagositosis, perlindungan sel darah merah, dan pembangunan kekebalan. alangkah rumit dan sibuknya bila kita bayangkan tugas limpa ini yang bekerja dari kita lahir sampai akhir hayat nanti. apakah kita belum mau bersyukur ?
  • * Otak, inilah prosessornya manusia. pada otak, Energi digunakan oleh otak untuk mengaktifkan lebih dari 100 triliun neuron (sel syaraf). Sel-sel ini lah yang bertanggung jawab mengolah data dalam bentuk gelombang listrik. Gelombang listrik sanggup ini melaju dengan kecepatan lebih dari 400 km/jam, yang dapat menghasilkan daya listrik untuk menyalakan sebuah lampu pijar. dan otak tak akan ternilai ruangan penyimpanannya serta tidak ada patokan byte didalamnya. masihkah kita belum bersyukur juga ?
  • * Tulang kaki, suatu riset membuktikan bahwa struktur tulang pada manusia tidak tertandingi oleh struktur bangunan apapun,karena kuatnya tulang kaki manusia akan sanggup menerima beban seberat Bus dengan kemiringan dan letak yang presisi. sehingga inspirasi dari menara eifel yang kokoh berawal dari penelitian susunan tulang kaki manusia yang kokoh. masihkah kita belum bersyukur ?
Mungkin contoh diatas adalah sedikit mengenai Tanda bahwa apa yang ada pada diri kita sendiri patut untuk direnungkan dan disyukuri potensinya. bukan melemahkan diri sendiri dengan tindakan yang tidak realistis. Bersyukur atas Nikmat yang telah diberikan pada kita akan menambah rasa percaya diri yang dalam bahwa kita sebenarnya mampu untuk menakhlukkan hal-hal negatif tersebut. 

Bersyukur adalah obat Awet muda yang murah meriah, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manusia yang selalu bersyukur maka ritme jantungnya akan semakin stabil, aliran darahnya lancar, oksigen akan terbakar sempurna dan produksi hormon dan senyawa di dalam tubuh akan bekerja optimal. sehingga bisa dipastikan hidup akan semakin sehat dan tentunya makin panjang umurnya. 

Yuk kita banyak-banyak bersyukur mulai sekarang...... :)

Menakar Nilai Keberkahan Diri

Assalaamu'alaikum. Untuk kali ini saya akan mengajak sahabatku semua untuk sekedar merenung dan kembali berfikir tentang Menakar nilai keberkahan diri. dimana dalam kehidupan ini selalu saja apa yang kita usahakan dan kita lakukan pasti menuai hasil, entah itu menurut pemikiran kita hasil yang membuat kita berpuas diri atau sebaliknya , hasil yang semakin membuat kita merasa menyalahkan diri sendiri. kita sering tidak sadar bahwa dibalik hasil  dari usaha kita akan berujung pada sebuah nilai yang ingin setiap insan capai yaitu kata berkah.

Di dalam Ilmu bahasa Berkah atau 'Al-Barakah' berarti berkembang, bertambah atau kebahagiaan. dan menurut ulama terkenal Imam An-Nawawi bahwa berkah adalah Kebaikan yang banyak dan abadi. Di dalam Islam cakupan nilai berkah takkan terukur nilainya oleh kata apapun. Kadangkala kita sekarang selalu menilai bahwa nilai berkah hanya terkandung dalam harta semata, itu tidaklah salah, tapi Islam memandang luas nilai berkah ini, sehat adalah berkah, sakitpun juga termasuk berkah. Ilmu itu berkah kepada setiap hamba, waktu adalah berkah, umur kita juga berkah dan segala apa yang diberikan Allah kepada kita sebenarnya adalah berkah yang tiada ternilai harganya yang diberikan Allah kepada setiap makhluk yang ditiupkan ruh atasnya.

Mari kita simak contoh berikut, Dikota-kota besar sering kita jumpai para pembantu rumah tangga yang menempati rumah mewah milik majikannya, sedangkan si majikan sendiri tidak tidur dan cuma sesekali menempati rumah miliknya. bila si pembantu ditanya, " Pak, apa si tuan rumah sering tidur dirumah ini pak ?", si pembantu menjawab, " wah, jarang sekali mas Bos saya tinggal disini". Pembantu ditanya lagi, " kenapa ?", si pembantu menjawab," wah, rumah Bos saya banyak mas, ada yang di puncak, di kota ada tiga, belum lagi rumahnya yang di luar negeri mas". Sahabatku, dimanakah letak keberkahan di contoh tadi ?, ya, si pembantu mendapatkan berkah karena menempati rumah mewah dengan segala isinya walau dia sebatas sebagai pembantu. sedangkan si Bos 'sedikit' menikmati berkah dari rizki yang di titipkan kepadanya. Bagi sang pembantu, mungkin keberkahan tidak terfikirkan olehnya kalau si pembantu tadi cuma menghitung-hitung menjadi apa dan bagaimana nasibnya jadi pembantu.

Keberkahan, dari secuil contoh diatas akan sangat terasa bila kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Mengukur keberkahan diri haruslah berprasangka baik kepada sang Pencipta Keberkahan. Sering orang menghujat Tuhannya karena dia mengira apa hasil yang diusahakannya tidak memenuhi hasrat hatinya, padahal ada berkah dan hikmah terkandung di setiap hasil dan takdir yang telah digariskan. Saya cuplikkan Kata mulia dari Ulama terkenal, Ibnu Qayyim berkata, “Tidaklah kelapangan rezeki dan amalan diukur dengan jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi, kelapangan rezeki dan umur diukur dengan keberkahannya.”

Semoga kita yang sampai saat ini masih menikmati keberkahan Udara yang kita hirup, keberkahan makanan yang membikin tulang kita tegap kembali, keberkahan suara kita yang membuat saudara kita tetap tersenyum, keberkahan ilmu yang membuat kita bebas dari kebodohan, keberkahan hati yang selalu bisa diandalkan untuk merasakan penderitaan orang lain dan keberkahan-keberkahan lain yang sering kita tidak sadar untuk selalu bersyukur kepada sang Khaliq, Sang Maha Pencipta yang Pemurah lagi Maha Penyayang.

Insya Allah sedikit Makna tentang Keberkahan diatas dapat membuat saya, sahabat, dan seluruh Bangsa Indonesia dipenuhi rasa bersyukur bahwa kita selalu ingin mencapai sebuah nilai yaitu Berkah. Dengan semangat meraih keberkahan , hidup kita semua Insya Allah akan terasa tentram, damai dan selalu dalam Lindungan-Nya, Amiin. Wassalaamu'alaikum.

Satu kata hebat yaitu Bersyukur

Assalaamu'alaikum, Kala suatu saat di pagi buta kita terbangun dan terjaga dari buaian mimpi, entah itu indah entah itu mimpi buruk yang menyeruak menyapa malam tidur kita, kala terbangun itulah mata dan seluruh panca indra kita terpantik kembali setelah terjaga dari lelapnya istirahat malam, kala itulah ada satu kata hebat yaitu Bersyukur.

syukur, bersyukur, rasa syukur

Bangun dari tidur dengan semua organ kita yang kembali berfungsi dengan baik, seluruh otot kita kembali  refresh dan siap untuk menjalankan perintah otak kita maka kata syukur tentu sangat layak terucap sebagai pembukanya. andai kita mempunyai kelemahan di hari kemarin dan bangun tidur kita bertambah kuat dari kemarin, rasa syukur akan menambah apa yang kita miliki. dan bila hari kemarin kita merasa lemah dan hari ini rasa lemah itu datang, rasa syukur haruslah tetap terucap dengan penuh ikhlas karena dibalik semua itu ada hikmah yang tak terpatrikan di akal kita sebagai manusia ciptaan Sang Maha Tahu.

Ada banyak Hikmah dibalik rasa syukur yang selalu terucap dalam keseharian kita, dalam banyak penelitian setiap insan yang selalu diliputi oleh rasa syukur akan banyak menyimpan energi positif dalam tubuhnya. segala pandangan, akal dan hatinya akan selalu diliputi rasa gembira dan semangat berlebih walaupun banyak sekali persoalan-persoalan yang siap 'menampar' kesehariannya.

Penelitian juga membuktikan, kelemahan dapat menjadi kekuatan bila pandai-pandai meletakkan rasa syukur itu. Syukur memicu organ penting di otak kita, syaraf akan terpicu sedemikian rupa dan mempengaruhi Hormon-hormon di seluruh tubuh kita. kita banyak tahu, bahwa dengan syukur orang yang tadinya malas seketika itu juga dapat bangkit dari kemalasannya, orang yang diberi cobaan penyakit lekas sembuh dari penyakitnya dan masih banyak contoh  positif dari efek bersyukur, dan satu lagi Bila mau awet muda ? bersyukurlah!.

Jadi, tunggu apa lagi, mari kita selalu bersyukur, jangan menunggu hari esok atau lusa, tapi setiap hembusan nafas kita sepatutnya kita selalu bersyukur, bersyukur karena kita makhluk paling mulia, bersyukur karena organ kita adalah organ terkompleks dari semua makhluk ciptaanNya dan bersyukur karena segala panca indra kita hari ini berfungsi sebagaimana mestinya. yuk bersyukur.... Wassalam.

Low - High dalam Spiritual Power

Assalaamu'alaikum, sahabatku semua ada suatu konsep atau teori listrik yang sangat sederhana yang dapat dijadikan contoh  dalam mengaplikasikan spiritual power ( kekuatan spiritual ) kita, yang pertama spiritual power akan meningkat apabila mendapat hambatan, yang kedua ketika kita mampu mengatasi hambatan-hambatan dalam berkomunikasi maka kita mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang disekitar kita dan jauh lebih optimal. Teori Low - High dalam spiritual power ini yang akan sedikit saya jabarkan di bawah ini.

low, high, spiritual, power

Kalau kita bicara tentang arus atau voltase ada suatu hal yang menarik, Rosululloh bersabda " sampaikan kepada manusia sesuai dengan tingkat berfikir mereka." sekarang kita coba menghubungkan dengan bab voltase tadi, kita berhadapan dengan seseorang di dalam dakwah atau dalam suatu pembicaraan, maka kita harus menyesuaikan voltasenya. harus ada semacam trafo di dalam diri kita, kita tahu trafo mempunyai 2 fungsi yaitu step up dan step down. kalau kita berhadapan dengan orang yang low voltage, spiritual powernya rendah sedangkan kita mempunyai high voltage ( dengan spiritual power tinggi ), maka mau tidak mau kita harus menurunkan spiritual power kita sedikit demi sedikit. 

Dan pada saat yang bersamaan kita harus mengangkat voltage spiritual power kita pada saat berbicara dihadapan seseorang yang mempunyai spiritual power yang tinggi. maka disini ada suatu keseimbangan yang akan membawa dampak yang kita inginkan, dari situ  ada rahasia dari apa yang telah disabdakan Rosululloh diatas tadi.

Kita mendapat suatu pelajaran penting disini bahwa dalam kehidupan kita perlu step up dan step down dalam me-manage alam fikiran dan tata bahasa kita. bisa menaikkan dan bisa menurunkan, itu yang menjadikan kunci keberhasilan, ada sebuah 'balancing' atau keseimbangan antara apa yang kita ungkapkan dan apa yang mereka dengarkan, semua klop tanpa kesenjangan. 

Semoga penjabaran sedikit tentang tinggi dan rendah dalam spiritual power ini dapat menjadikan kita semakin arif dalam kehidupan ini, semakin low profile dan semakin high power dalam bermasyarakat. Amiin, Wassalaam.

Life university - kampus kehidupan

life, university, kampus, kehidupanAssalaamu'alaikum, kemarin kita berbincang-bincang tentang low -high dalam spiritual power, sekarang saya ajak sobat jalan-jalan ke dunia air, api dan udara. tentu bukan arti jalan-jalan dalam film fiksi avatar tapi saya ajak jalan-jalan menuju life university - kampus kehidupan dan kita belajar dari alam. karena alam diciptakan dengan memberi berbagai perumpamaan-perumpamaan dalam kehidupan kita.

Yang pertama kita bicara tentang AIR, seperti kita tahu air mempunyai sifat mencari tempat yang lebih rendah, air juga mengantarkan kita mencari tempat yang lebih rendah. artinya dalam kehidupan kita cenderung low profile, bukan berarti rendah diri tapi rendah hati. tidak meremehkan orang lain, tapi menghargai siapapun mereka yang ada di hadapan kita, kita apresiasi mereka, kita hormati mereka sebagaimana sifat bawaan kita yang selalu ingin dihormati orang lain.

Air, kalau dihambat semakin dihambat maka dia akan semakin kuat. itu pelajaran yang harusnya kita pelajari dalam hidup ini. kalau kita menghadapi hambatan maka bayangkan diri kita seperti air. karena air semakin dihambat maka akan semakin kuat arus dan semakin mempunyai suatu kekuatan yang luar biasa. munculnya pembangkit listrik tenaga air justru karena ada air yang dihambat. karena ada yang dihambat maka dia menghasilkan listrik. begitu pula kehidupan. kalu kita mengalami suatu hambatan-hambatan yang sangat besar, beruntunglah kita. sebentar lagi kita akan mempunyai arus yang sangat kuat, mempunyai tenaga yang luar biasa, maka bersyukurlah kepada Tuhan yang menciptakan hambatan itu.

Sekarang saya bawa jalan-jalan ke dunia API, api selalu mempunyai kecenderungan untuk naik keatas, tidak ada yang namanya lidah api itu kebawah, pasti akhirnya akan menjulur keatas walau diarahkan kebawah. karakter api selalu ingin diatas, dia tidak siap untuk dibawah. kalau kita ada diambang kemewahan, ada dalam posisi yang 'enak' kita cenderung ada sifat untuk tidak ingin jatuh kebawah. tentu saja dalam kehidupan ini kita tidak sukses 'abadi', ada kalanya kita gagal, tidak ada sukses yang abadi karena hidup itu bagaikan roda yang akan memutar siklus hidup setiap insan sejati. API, ada kharakter semakin dikipas semakin membesar. seseorang yang berkharakter api jika semakin dipuji maka dia akan semakin sombong.

Selanjutnya kita menengok UDARA. didalam lapisan troposfir ada suatu karakter. atmosfir kita mempunyai lapisan-lapisan seperti ionosfir, eksosfir, stratosfir dan troposfir. troposfir kita mempunyai karakter semakin tinggi kita berada, maka kerapatan udara akan semakin berkurang. density udara semakin berkurang, pasokan oksigen semakin berkurang. artinya apa?, semakin tinggi seseorang, seharusnya dia semakin merasa kurang dihadapan Tuhan-nya, semakin banyak kita diberi kenikmatan maka semakin kita merasa kurang, dalam artian semakin kita harus tahu bahwa kita kurang dalam syukur, kurang dalam mensyukuri nikmat yang dilimpahkan. 

Setelah kita sedikit berjalan-jalan di ketiga kharakter tersebut, seharusnya kita dapat mengkombinasikan cara berfikir seperti Air dan udara dan menjauhkan cara berfikir seperti kharakter api. semoga kita selalu dijadikan Allah insan-insan yang selalu bersyukur, selalu rendah hati dan sedikit dalam keluh kesah. Wassalam.

Mengapa lemah dengan 100 miliar sel saraf ?

Assalaamu'alaikum sahabatku semua semoga selalu dilimpahi semangat dan kesehatan. Kali ini saya akan mengajak sobat semua untuk memotivasi diri dan memberi semangat lebih di keseharian kita. kali ini saya akan mengangkat sebuah topik ' mengapa lemah dengan 100 miliar sel saraf ? ', bukan berbicara tentang 100 milyar money bukan juga berbicara tentang akuntansi apalagi bercerita tentang mendapat uang 100 milyar, terus mau ngobrol tentang apa ?, ikuti terus yuk cerita motivasinya... 

Ada sebagian orang yang mengatakan dirinya ' I'M NOT CLEVER ', Saya tidak pandai. banyak orang yang melemahkan diri dengan kata-kata tersebut dihatinya. seakan segala sesuatunya yang pandai-pandai milik orang yang jenius dan berpendidikan tinggi sehingga melemahlah segala apa yang diinginkan, melemah segala harapannya dan melemah semangatnya untuk menjalani hidup yang tidak sekedar butuh kata ' clever '. 

Ada sebuah penelitian yang membuat saya terdecak kagum akan ciptaanNya, penelitian yang dilakukan oleh ahli psikolog dari inggris bernama Tony Buzan. Dia mengatakan bahwa ketika bayi itu lahir, dia sudah diberikan oleh Tuhan, jumlah sel syarafnya adalah 1 triliun sel saraf. dari 1 triliun sel syaraf itu dibagi menjadi dua, yang 100 miliar untuk berfikir sedangkan yang 900 miliar ini fungsinya adalah memberikan nutrisi, memberikan suplai makanan kepada yang 100 miliar. kemudian diadakan penelitian lanjutan, oleh profesor Onstein, dan diketahui bahwa ketika saraf yang 100 miliar itu diambil ternyata bisa menciptakan 20 ribu hubungan, 20 ribu cabang di dalam otak kita yang begitu kecil.

Coba sekarang kita hitung, kalau diasumsikan satu sel saraf adalah 20 ribu conection atau 20 kilobyte, cobalah anda hitung bila 100 miliar, berapa kilobyte yang bisa diciptakan oleh memori otak kita, memori otak seorang bayi. pantaskah kita mengatakan kita tidak pintar ? bukankah Tuhan menciptakan kita dengan jumlah Neuron yang sama, 1 triliun. kita lahir dengan 1 triliun yang sama siapapun orang tua kita. walaupun orang tua kita tidak berpendidikan sekalipun, tetap Allah melahirkan kita dengan 1 triliun sel saraf. dan, mempunyai kemampuan 100 miliar dikali 20 ribu connection, sekitar 10 pangkat 21 kilobyte.

Komputer paling canggih di dunia sekalipun sampai saat ini belum ada yang mencapai kapasitas memori yang kekuatannya 10 pangkat 21 kilobyte, saya rasa tidak pernah ada. kita bahkan lupa atau belum menyadari bahwa di dalam diri kita menyimpan kekuatan besar dengan Bio Computer, komputer yang hidup, yaitu otak, otak yang luar biasa canggihnya. Pernah dalam suatu penelitian diketahui bahwa Einstien, seorang yang konon paling jenius sedunia baru menggunakan kemampuan otaknya tidak lebih dari 15 persen, dia punya otak dengan IQ diatas 220, super jenius. sedangkan kita mungkin masih menggunakan sekitar 0,0 sekian persen. Padahal sebagai umat yang beragama kita diajarkan untuk selalu bersyukur dan salah satu bukti syukur kita adalah berusaha memaksimalkan potensi yang diberikan Tuhan kepada kita.

Jadi, kita tidak ada alasan untuk mengatakan I'm not clever yang akan membuat kita lemah dan jauh dari kata sukses. setiap orang diberikan kesempatan yang sama, 10 pangkat 21 kilobyte memori untuk digunakan. Kesuksesan, keseriusan dan semangat selalu dibutuhkan agar kita selalu menjadi pribadi-pribadi yang bersyukur, apapun tingkat status sosialnya, apapun pendidikannya dan dari marga apapun kita. semua diberi hak yang sama untuk merajut impian. Wassalam.

Motivasi dari si kecil Laba-laba

Tentu kita tahu laba-laba bukan ?, Nah buat refreshing kali ini saya akan Post Kisah Motivasi dari si kecil Laba-laba. Dalam prosesnya, Jaring laba-laba yang fungsi utamanya sebagai perangkap mangsa dan tempat berkembang biak .jaring laba-laba di keluarkan oleh alat khusus di ujung ekor si laba-laba itu sendiri. Alat khusus tersebut berbentuk kerucut kecil yang jumlahnya bervariasi antara 1-4 pasang. Melalui lubang itu benang jaring-jaring yang nantinya terbentuk dengan kokohnya dibuat dalam bentuk kelenjar yang dikeluarkan sebagai benang-benang halus.

Di dalam proses pembuatan jaringnya, laba-laba akan melempar benang yang dipintalnya ke udara. Sehingga udara akan membawa ujung benang menempel di tempat yang lain. Sungguh suatu teknik yang tidak bisa dibantah ketepatan dan presisinya. Dan pekerjaan konstruksi jaring laba-laba pun dimulai. Mula-mula benang yang kuat dan tegang akan ditarik dari titik pusat ke arah luar untuk mempersiapkan kerangka jaringnya dengan banyak jari-jari. Lantas ditambahkan pula benang pijakan yang digunakan sewaktu memintal benang spiral. pembuatan jaring-jaring akan selesai setelah benang spiral yang dipintal mendekati bagian tengah. Proses pembuatan jaring laba-laba itu bisa menghabiskan waktu satu hingga dua jam lamanya

Dari berbagai penelitian yang dilakukan, rupanya dapat kita ketahui bahwa benang jaring yang dikeluarkan laba-laba merupakan bahan material campuran yang terdiri atas kristal dan sebagian lain berasal dari bahan yang elastis. Dari setiap molekul tunggal jaring laba-laba memiliki kedua gabungan campuran itu. Menurut professor Kaplan, professor teknik biomedis Universitas Tufts, zat protein yang menjadi bahan jaring laba-laba disimpan dalam struktur seperti sabun yang disebut pseudomicelle, struktur tersebut membuat zat protein berbentuk seperti agar-agar selama berada dalam kelenjar. Fungsi dari pseudomicelle sebenarnya untuk menjaga agar protein tidak mengkristal terlalu cepat hingga saatnya tepat untuk dipintal.

Bila waktunya sudah tepat dan kekentalan zat protein dirasa sudah pas, makapseudomicelle itu akan dengan mudah berubah menjadi serat yang kuat saat dikeluarkan sebagai jaring. Dalam proses ini, kandungan air sangat diperlukan dan sangat penting, karena pengkristalan yang terlalu dini bisa menyebabkan penyumbatan pada sistem pembuatan jaring di tubuh laba-laba. Jaring laba-laba yang akhirnya telah selesai memiliki ikatan mekanik yang elastis. Jika sedang menerima beban, ikatan mekanik jaring laba-laba akan terlepas, namun jika beban itu sudah menghilang maka wujud ikatan mekaniknya akan kembali seperti semula.

Apa yang mengispirasi dari jarring laba-laba ?

sungguh sangat istimewa. Banyak keajaiban dan kejadian diluar batas keilmuan manusia yang sangat bermanfaat bagi umat manusia seperti kita yang dihasilkan oleh benang-benang halus buatan laba-laba ini. Tak sedikit para ilmuwan yang tertarik untuk meneliti dan memanfaatkan kekuatan jaring laba-laba untuk berbagai kebutuhan, seperti bahan rompi tahan peluru, hingga tali-temali peralatan tempur.

Dengan dilatarbelakangi oleh hasil penelitian para ilmuwan yang menyatakan bahwa benang laba-laba lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Padahal, baja sendiri adalah bahan material paling kuat yang kerap digunakan manusia. Dalam penelitian lainnya dinyatakan pula bahwa benang laba-laba memiliki gaya tegang 150.000 kg/m2. Sehingga jika ada seutas tali yang berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka benang itu akan mampu menahan beban 150 mobil. Subhanallah! Sungguh kuatnya bahan yang dikeluarkan dari makhluk sekecil laba-laba ini.

Dan lagi, seorang fisikawan bernama Huby Nolwenn dari Institut de Physique de Rennes di Prancis, telah berhasil menemukan fakta bahwa cahaya dapat merambat dengan cepat pada jaring laba-laba seperti merambatnya cahaya melalui serat optik. Dengan penemuan itu, Huby optimis suatu saat nanti jaring laba-laba dapat berfungsi sebagai serat optik dan bisa digunakan dalam bidang medis. Dari segi kebersihan alam, jaring laba-laba mudah didaur ulang sehingga mampu mengurangi potensi limbah elektronik.

Selanjutnya, ilmuwan sendiri sudah tidak segan lagi menggunakan benang laba-laba sebagai model membuat kevlar atau bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru yang memiliki kecepatan 150 m/detik itu mampu merobek dan menghancurkan apapun yang ditembusnya kecuali kevlar. Namun, rupanya benag laba-laba yang justru lebih tipis dari selembar rambut manusia dan lebih ringan dari kapas ternyata 10 kali lipat lebih kuat daripada bahan kevlar yang ada.

Apa yang dapat kita petik dari si Laba-laba ini ?, laba-laba tidak belajar atau mesti mengikuti training khusus dalam membuat jaringnya sendiri. Laba-laba tidak perlu sekolah sampai bertahun-tahun untuk membuat konstruksi hebat sebelum manusia dapat mempelajarinya. Kemampuan laba-laba adalah anugerah yang diberikan oleh Allah Swt sejak mereka lahir. Allah sengaja menciptakan semua hal dimuka bumi ini sebagai bukti bahwa seluruh makhluk hidup dan semua isinya berada di bawah kekuasaan-Nya. Sangatlah naïf kalau kita setiap hari merasa sebagai makhluk yang paling pandai dan paling pintar tanpa tahu kelemahan-kelemahan kita. Belajar dari ciptaan Tuhan sekecil apapun dapat membuka mata hati kita bahwa dalam hidup kita jangan sombong, merasa lebih tinggi, merasa sebagai yang super dan rasa-rasa lain yang tidak sepatutnya kita sebagai Hamba yang lemah untuk berbuat sedemikian. Semoga Inspirasi Rumah laba-laba diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.aamiin

Ingin kaya jadilah pengemis

Ingin kaya jadilah pengemis ? , judul yang sangat fantastis dan tentu saja dramatis. fantastis bila dilihat dari hasilnya dan dramatis bila dilihat cuma dari judulnya yang mengajak yang 'tidak sepatutnya', baik menurut Agama maupun dalam kehidupan bersosial. jadi bagaimana menyikapi judul posting diatas ? yuk dilanjut dulu bacanya biar seratus tanya yang bergelayut tak sekedar jadi pertanyaan yang menyudutkan.

Sebelumnya ,kita flashback dulu pada kejadian dimana baru-baru ini ada seorang pengemis yang memperoleh penghasilan per bulan 25 juta. sungguh nilai yang fantastis menurut prasangka kita bila nominal itu dinilai dari sekedar uang yang didapat, tapi kalau kita melihat dari nilai sosial dan agama tentu sangat kontras sekali dengan fenomena yang ada. saya tidak akan menceritakan dan mengungkap bagaimana si fulan ( nama samaran ) pengemis tersebut tapi kita berbicara lain sesuai topik diatas.

Bagaimana kalau kita dilontarkan pertanyaan tentang apa itu kaya ?, pasti mayoritas akan selalu menjawab bila kaya itu bila terpenuhi semua apa yang diinginkannya, ada rumah, ada motor, mobil, makanan enak dan lain sebagainya. jarang sekali yang menjawab bahwa kaya itu bisa kaya hati, kaya harga diri, kaya maaf, kaya sopan santun, kaya senyum, kaya ilmu dan kaya-kaya lain dari luar artian ekonomi. tentu setiap jawaban akan berbeda dengan lain individu. 

terus bagaimana menjelaskan judul diatas ?, sebenarnya penulis hanya ingin sekelumit bermain kata dalam menulis judul, tidak ada maksud lain dari hati penulis bahwa untuk menjelaskan kata diatas tentu bukan dilihat dari segi ekonomi dan cara mencari ' kaya ' yang instan seperti jadi pengemis seperti contoh diatas. sekali lagi bukan mengajak pembaca untuk jadi pengemis, akan tetapi mengajak kita semua untuk lebih introspeksi diri dengan diri kita. ada kata Bijak yang mengusik hati saya, 'JADILAH PENGEMIS DIRI ANDA SENDIRI '. maksudnya apa ?

Menjadi pengemis dari diri sendiri maknanya adalah selalu memintalah pendapat , mintalah sesuatu, inginkan sesuatu dari dalam diri kita sendiri, bisa diartikan introspeksi diri. mengemislah untuk diri sendiri dengan berucap pada hati kita ' bagaimana kita bisa lebih baik', mengemislah untuk diri sendiri 'bagaimana menyikapi segala kegagalan', menyikapi setiap problematika hidup kita, meminta diri untuk lebih arif, lebih sabar lebih dewasa dan lain sebagainya. dengan mengemis pada diri sendiri seperti kita sedeng bercermin dan berkata, inikah aku ? inikah bentukku? inikah sifatku selama ini ? mau apa diriku dengan segala kelebihan dan kekuranganku ? dan berbagai tanda tanya yang terlontar untuk tujuan introspeksi diri. Mengemis pada diri sendiri akan membuka mata hati kita dan diri kita sebelum kita berkaca pada orang lain. kita arif dengan diri kita, kita arif menghadapi hidup ini , dan kita arif dengan segala apa yang telah ditakdirkan Allah pada diri kita. Setelah kita berbincang-bincang pada diri kita selanjutnya pasrahkan semua pada Tuhan semesta alam. Itu sebaik-baik 'pengemis'.

Yang ' kesekian ' terkadang yang melenakan

Terkadang, apabila kita sedang mengerjakan sesuatu dan pekerjaan itu tidak selesai-selesai juga dengan segala permasalahan yang membelit, kita sudahi perkerjaan itu dan berkata dalam hati " ah, mungkin saya tidak mampu melakukan pekerjaan yang ini", atau mungkin agak sedikit 'slow' menyikapinya seperti berkata dalam hati " ah, besok sajalah, masih banyak waktu, mungkin besok bisa berhasil ". dan beberapa keluhan dalam hati yang intinya kita terlihat 'menyerah' begitu saja karena merasa tidak mampu melakukan hal tersebut. ada anekdot " Yang 'kesekian' terkadang yang melenakan, tapi sebelum sampai selangkah kesekian dia terlena " , maksudnya ???.


Tahukah kita bahwa Penemu lampu si Thomas Alva Edison telah melakukan pekerjaan teramat melelahkan baginya, bayangkan, dia melakukan pekerjaannya untuk membuat bohlam (lampu) itu dapat berpijar telah melalui ratusan kali kegagalan. satu diuji gagal, satunya diuji gagal dan seterusnya. apakah dia menyerah ? tentu tidak. dia semakin mendapat ilmu dari 'kegagalan' yang dialaminya, dia menjadi tahu apa saja, benda apa saja dan jenis apa saja yang tidak dapat berpijar jika dialiri oleh arus listrik. maka dengan keuletan yang kesekian kali dia berhasil dengan apa yang diharapkan, bohlam (lampu) dapat berpijar menurut apa yang diharapkan. 

Dari contoh diatas, tentu sangat kontras dengan apa yang terjadi dengan contoh di paragraf pertama yang 'belum apa-apa' sudah menyerah. Bagaimana mungkin kita dapat menikmati rasanya terang lampu temuan si Thomas kalau saja si thomas berhenti untuk yang kesekian kali dari penelitiannya, padahal penelitian yang terakhir akan menghasilkan karya yang luar biasa berguna bagi umat manusia. Disinilah ada semacam Mindset ( cara pandang ), belajar pada sejarah, belajar pada kegagalan orang lain, belajar pada keberhasilan orang lain dan selalu belajar. belajar untuk tidak berhenti menghadapi apa yang sudah kita yakin lakukan. Jalan akan terbuka untuk yang 'kesekian' kalinya sebelum kita berkata menyerah.

Yang ringan tapi berat hasilnya

Ada sebagian orang dengan semangat dan entengnya berkata " ah, yang biasa-biasa sajalah kalau mikir, kalau sudah rizkinya pasti datang ". tentu jarang sekali kita mendengar kebalikan dari kata-kata tersebut terlontar dari teman atau saudara kita. dimana semuanya serba dianggap 'enteng', tanpa ada gurat 'heroik' di dalam setiap kata yang terucap. sesuatu yang Ringan tapi berat hasilnya tentu itu yang banyak kita harapkan.


Dalam setiap apa yang dihasilkan seseorang tidak terlepas dari cara pandang ( mind set ) yang ditanam di dalam diri seseorang tersebut. contohnya, kalau ada orang yang dalam kesehariannya dia berpandangan bahwa setiap apa yang diperoleh dari hasil kerjanya walau sedikit sekali uang yang didapat dia sudah merasa hal itu cukup, tentu dalam artian cukup untuk dirinya dan mungkin cukup untuk siapa yang dicintainya. karena cara berfikirnya cuma dalam lingkaran 'cukup' itulah sesuatu yang 'lebih dari cukup' tidak akan pernah menjadikan cara pandangnya berubah. pokoknya 'cukup' dia tidak akan mencari yang 'lebih dari cukup' walau ada beribu jalan terbuka untuknya. 

Lain lagi dengan cara pandang yang selalu fleksible ( dalam artian 'bukan serakah' ), dimana bila hari ini dia bisa meraih 'cukup' maka besok dia akan melebarkan cara pandangnya untuk mencari yang 'lebih dari cukup'. maka apa yang terjadi ?, Peluang yang besar akan menghampirinya. karena dia punya cara pandang, cara menyikapi sesuatu, dan dia punya beribu kemauan untuk merubah diri dan kehidupannya.

Banyak sekali contoh di sekitar kita betapa orang yang sedang 'bermimpi' tinggi untuk dirinya maka suatu saat dia akan peroleh apa yang diimpikannya tersebut. di berbagai gelaran acara motivasi seringkali diberikan contoh-contoh orang yang berhasil menggapai apa yang diimpikan dengan cara dia bermimpi dahulu. jadi bagaimana dengan kita ?.

Hikmah di balik Prasangka

Banyak sekali bertebaran apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita sendiri lakukan terkadang berbeda dengan apa yang kita angan dan inginkan. Adakalanya kita membenci sesuatu padahal menurut orang yang kita benci itu dalah sesuatu yang ter-amat baik baginya bukan untuk kita. Adakalanya juga apa yang kita lakukan itu ‘benar’ menurut prasangka dan keilmuan kita, tetapi berbanding terbalik dengan apa yang di-prasangkakan oleh orang lain menurut ilmu dan pandangan mereka. Ternyata banyak Hikmah di balik Prasangka yang menyertai kehidupan kita sehari-hari.


Itulah sekelumit apa ‘prasangka ‘ yang selalu kita selipkan diantara kehidupan kita. Dari mulai tidur sampai bangun lagi tentu syaraf kita yang masih ‘hidup’ selalu ada diantara dua alam, alam positif dan alam negative. Bukan dari artian alam ghaib, tapi arti sesungguhnya dari sisi hati kita. Dimana hati selalu jadi patokan untuk menggerakkan sel syaraf seluruh tubuh. Maka benar adanya, bahwa ‘bila hati itu baik maka baiklah seluruh tubuh, dan bila hati itu buruk maka buruklah seluruh tubuh’. Kata tersebut bisa dimaknai seutuhnya ataupun kiasan. Sekali lagi ,tentu kita butuh perasaan bukan dalam memaknai kata tersebut ? .

Lalu bagaimana kalau ada yang bilang kita tidak berperasaan dan tidak mempunyai perasaan ?, tentu ada 3 jawaban dalam diri yang ditanya, yang pertama mungkin bilang “ah, itu kan suka-suka saya “, yang kedua mungkin berkata “ enak saja Lo bicara, aku berperasaan tahu !”, dan yang ketiga mungkin bilang “Alhamdulillah, semoga kedepannya saya lebih mempunyai perasaan yan g lebih baik lagi “. Tentu kita yang mendengar jawaban tersebut sudah bisa menebak dimana antara jawaban itu yang lebih sopan, lebih menghargai perasaan dan lebih menyejukkan hati ?. untuk menilainya kita pasti butuh yang namanya Prasangka. Bila , umpamanya kita semua setuju dengan perkataan yang nomor 3, prasangka kita untuk menilai orang ke-3 itu tentu bermacam-macam, mungkin kita berprasangka orang itu baik sekali, orang itu jujur sekali dan mungkin malah sebaliknya kita berprasangka bahwa orang itu sedang bermain kata, sedang ada udang di balik batu dan sebagainya-sebagainya prasangka.

Di balik Kata prasangka itulah ada benang merah yang semestinya kita jaga dan kita arif menyikapinya. Di balik semua prasangka itulah kita sadar bahwa setiap manusia tercipta tidak menurut apa yang kita inginkan, tidak semua orang harus sama seperti yang kita prasangkakan dan semua kembali pada hati dan k e-ilmuan yang dimiliki oleh setiap insane. Berprasangka adalah Hak dan tentu di balik hak itulah tersimpan kewajiban yang harus kita ‘pertanggung jawabkan’ kelak. Wassalam